Minggu, 09 Maret 2008

Info Wisata Bandung

Tak perlu bingung jika berwisata ke Bandung. Banyak pilihan tempat yang bisa Anda kunjungi. Memang, Bandung sudah terlanjur dikenal sebagai surganya tekstil dan jajanan. Namun bukan berarti hanya itu yang bisa ditawarkan.

Anda bisa melakukan wisata sejarah di kota yang sempat dijuluki Eropanya daerah tropis ini. Banyak gedung peninggalan jaman Belanda dan museum bertebaran di setiap sudut kota. Atau Anda lebih gandrung dengan wisata alam? Tak perlu khawatir, Anda boleh percaya apa kata para pujangga bahwa Bandung diciptakan ketika dewa-dewi sedang tersenyum. Maka bersiap-siaplah untuk takjub demi melihat panorama alam yang menyejukkan mata.

Di Bandung, Anda bisa melihat dan mempelajari indahnya gugusan bintang dan planet-planet lewat Observatorium Boscha. Observatorium yang berada di daerah Lembang ini merupakan satu-satunya peneropong bintang di dunia yang terletak di katulistiwa.

Bagi penggemar wisata seni budaya, pergi ke Bandung untuk itu sama sekali bukan kesalahan. Siapa tak kenal orang-orang Bandung yang katelah nyeni dan super kreatif itu? Pastilah rentetan pertunjukan budaya terjadwal tiap hari di pusat-pusat pertunjukan. Baik yang bernilai tradisional maupun yang lebih kontemporer. Bahkan sampai yang berbau alternatif sekalipun. Kesegaran ide orang-orang Bandung memang di atas penghuni kota-kota Indonesia lainnya. Sebagai bukti, kota yang juga terkenal dengan keelokan paras mojang-mojangnya ini telah ikut berjasa membangkitkan kembali komik nasional dan melahirkan trend musik underground atau indi label -- satu sumbangan besar bagi dunia seni dan budaya nasional.

'Selengkapnya......'

Sabtu, 08 Maret 2008

Akuarium Raksasa "Seaworld"

Akuarium Utama

Hiu, pari, dan kawanan ikan lain yang berjumlah sekitar 3500 ekor dapat begitu dekat dan hampir tersentuh oleh anda, sebab hanya terowongan dan jendela akrilik bening saja yang memisahkan anda dari dunia laut. Akuarium utama merupakan tempat tinggal bagi ribuan satwa laut Indonesia yang beraneka warna. Berukuran 38 x 24 m dengan kedalaman berkisar antara 4,5 dan 6 m, akuarium utama kami merupakan akuarium terbesar di Asia Tenggara yang mampu menampung air laut hingga 5 juta liter.



Area Air Tawar

Saat anda melangkahkan kaki ke dalam wahana SeaWorld Indonesia, anda akan disambut oleh berbagai jenis ikan tawar dari seluruh penjuru dunia. Ikan arapaima raksasa, piranha, belut listrik, dan ikan lele ekor merah mewakili kehidupan Sungai Amazon yang menakjubkan.
Ikan air tawar cantik lainnya adalah ikan siklida dari Afrika, ikan sirip layar dari Sungai Yang-Tze – China dan ikan dewa dari Kuningan-Jawa Barat. Ikan dewa merupakan ikan keramat yang tidak boleh ditangkap dan dimakan. Bila ada yang melanggar, maka orang tersebut akan mendapatkan malapetaka.

Duyung

Perjalanan anda memasuki dunia bawah laut akan disambut oleh kelembutan duyung – si mamalia laut yang sangat langka dan lucu dalam akuariumnya yang luas dan besar. Sungguh mengagumkan Indonesia memiliki hewan laut yang sangat mempesona…

Marine Area

Keindahan warna dan keragaman jenis penghuni terumbu karang tidak dapat ditandingi oleh ekosistem manapun. Berbagai jenis ikan karang penuh warna merupakan pemandangan yang sangat mempesona dan sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Perhatikan bagaimana ikan badut yang selalu tampak gugup berenang maju-mundur di antara lengan anemon laut yang beracun. Atau uniknya ikan kakatua yang memiliki gigi mirip paruh burung kakatua. Warna-warna cerah dari ikan bidadari, ikan kepe-kepe dan ratusan jenis ikan-ikan lainnya turut menambah indahnya kehidupan ekosistem terumbu karang.

Tapi hati-hati… beberapa jenis hewan laut mungkin tampak indah tetapi sesungguhnya berbahaya. Gerakan tenang dari ikan lepu ayam seakan menutupi kemampuannya untuk mengeluarkan senjata berbahaya: duri-duri sirip yang beracun. Duri-duri yang juga terdapat pada ikan lepu batu yang tersamar baik di sela-sela karang. Ular laut yang selalu nampak ingin tahu bahkan menyimpan kemampuan lebih tinggi. Bisanya sepuluh kali lebih kuat dari bisa ular kobra.

Apa saja yang ada di SEAWORLD, antara lain :

Terowongan Antasena

Bayangkan diri anda berada di dasar lautan dan dikelilingi ribuan ikan tanpa sedikitpun basah. Sensasi itulah yang akan anda rasakan saat melintasi terowongan antasena SeaWorld Indonesia sepanjang 80 m. Mata anda akan terpuaskan melihat tingkah laku ikan-ikan yang berenang santai melintasi kepala anda. Dengan teknologi ban berjalan, anda tidak perlu melangkah untuk menikmati indahnya kehidupan bawah laut.

Akuarium Hiu

Acara pemberian makan hiu selalu menarik untuk disaksikan. Darah dari pakan segar sangat menarik ikan hiu. Saat pemberian makan, ikan-ikan hiu akan berubah menjadi sangat aktif. Mereka segera menjejak bau makanan dan secepat kilat menyambarnya. Makanan yang ada dalam mulut akan langsung ditelan untuk menghindari gigitan dari hiu lainnya yang dapat berakibat fatal.

Kolam Sentuh

Inilah saat yang tepat bagi anda untuk bergabung bersama staf SeaWorld Indonesia memberi makan hewan. Dengan menggunakan tongkat, anda dapat mencoba memberi makan ikan hiu dan penyu. Pengalaman yang tidak akan anda temukan di tempat lainnya.

Bayi Buaya

Jika anda menyangka buaya tidak dapat melompat, cobalah untuk memberi makan bayi-bayi buaya muara. Anda dapat bergabung bersama staf SeaWorld Indonesia untuk memberi makan bayi-bayi tersebut menggunakan tongkat panjang. Cobalah meletakkan makanannya sekitar 10 cm di atas mereka dan niscaya mereka akan melompat untuk menangkapnya. Jadwal pemberian makan pada pukul 14.00 WIB.


'Selengkapnya......'

Ke Bandung Yuk....


Dengan luas wilayah 17.000 Ha, Bandung merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia. Menurut legenda, Bandung berasal dari kata bendung yang berarti bendungan atau dam. Memang, ibukota propinsi Jawa Barat ini pada awalnya adalah danau purba yang dikelilingi gugusan gunung. Kemudian airnya menyurut dan lambat laun jadilah sebuah kota.

Jarak Bandung sekitar 180 km arah selatan dari Jakarta, kira-kira 3,5 jam perjalanan darat. Terletak pada 107°36' BT dan 6°55' LS, Bandung berada pada ketinggian 1050 m di atas permukaan laut (untuk bagian utara) dan 675 m di atas permukaan laut di bagian selatan. Temperatur rata-rata berkisar antara 18°C sampai 30°C dengan kelembaban rata-rata 70%, dan rata-rata curah hujan pertahun 178,6 mm. Mayoritas penduduk adalah suku Sunda yang berbahasa daerah bahasa Sunda.

Letak Bandung yang geografis menjadikannya kota besar di daerah pegunungan yang nyaman, berhawa sejuk, lengkap dengan panorama alam yang indah berkat dataran tinggi dan gunung-gunung di sekelilingnya. Di daerah pegunungan di sekitar Bandung terhampar permadani hijau perkebunan teh yang menutupi hampir setiap kaki gunung. Keindahan kota, iklimnya, kecantikan dan keramahtamahan mojang-mojang priangan, juga kreatifitas penduduknya yang tinggi, menjadikan Bandung mempunyai citra dan tradisi tersendiri. Karena itu, tak salah jika Berhiber alias Bersih, Hijau, Berbunga menjadi slogan penataan kota yang di jaman kolonial Belanda pernah dijuluki Mooi Bandung (Bandung Indah) ini.

Julukan lain yang muncul pada 1920-an dan tak kalah tenar adalah Parisj van Java yang berarti Parisnya Jawa, lantaran memang Bandung disebut-sebut sebagai Eropanya daerah tropis. Sedang dibanding daerah di Amerika, Bandung adalah kembarannya Miami, karena layaknya di Miami, di Bandung juga berdiri banyak bangunan tahun 1920-an yang berarsitektur deco, salah satunya adalah Hotel Savoy Homann.

Perkembangan kota Bandung makin lama makin pesat dan meluas. Sebelumnya Bandung telah memborong 5 fungsi kota, yakni sebagai kota pemerintahan, perdagangan, industri, kebudayaan, pariwisata. Seiring perkembangannya, Bandung kini tengah mengembangkan diri menjadi kota jasa. Saat ini terdapat 140 hotel berbintang lima, 137 hotel melati dan 17 penginapan remaja yang ikut menunjang industri pariwisata Kota Kembang ini.

Untuk urusan pariwisata, Bandung memang belum bisa menandingi Yogyakarta, apalagi Bali. Namun banyak jenis wisata unik dan menarik yang ditawarkan, mulai dari wisata jajanan dan wisata belanja yang paling menarik wisatawan domestik maupun mancanegara, sampai wisata alam, wisata budaya, wisata sejarah, bahkan wisata loak. Pokoknya, ada seabrek yang bisa diubek-ubek di kota ini. Yang dibutuhkan hanya cukup uang, dan yang penting: cukup jeli.

Nah, selamat datang di buminya para dewa. Wilujeng sumping di tatar parahiyangan…

'Selengkapnya......'

Senin, 03 Maret 2008

LION AIR

Sejarah
Perjalanan panjang yang telah ditempuh Lion Air berawal dari penerbangan domestik yang kecil. Setelah 13 tahun pengalaman di bisnis wisata yang ditandai dengan kesuksesan biro perjalanan Lion Tours, kakak-beradik Kusnan dan Rusdi Kirana bertekad menjadikan impian mereka untuk memiliki usaha penerbangan menjadi kenyataan. Dibekali ambisi yang tinggi dan modal awal 10 juta dolar Amerika Serikat, Lion Air secara hukum didirikan pada bulan Oktober tahun 1999. Namun pengoperasian baru berjalan di mulai pada tanggal 30 Juni tahun 2000. Saat ini, Rusdi Kirana sebagai salah satu pemilik Lion Air memegang jabatan sebagai Presiden dan juga Direktur.

Hingga pertengahan 2005, bersama dengan penerbangan internasional lainnya, Lion Air menempati Terminal Dua Bandara Soekarno-Hatta; sedangkan perusahaan penerbangan lokal atau penerbangan domestik menempati Terminal Satu. Faktor tersebut, selain mampu memberikan para penumpang kemudahan penerbangan sambungan ke Indonesia atau dari Indonesia ke tujuan internasional lainnya, juga memberikan keuntungan lebih dari segi prestise. Tetapi kemudian Lion Air dipindahkan ke Terminal Satu, hingga saat ini.
Pada 2005, Lion Air memiliki 24 pesawat penerbangan yang terdiri dari 19 seri MD80 dan lima pesawat DHC-8-301. Untuk memenuhi layanan yang rendah biaya, Armada Lion Air didominasi oleh MD 80 karena efisiensi dan kenyamanannya. Dalam upaya meremajakan armadanya, Lion Air telah memesan 60 Boeing 737-900ER yang akan diantar bertahap dari 2007 hingga 2010.
Armada Lion Air per 17 Agustus 2007 terdiri dari :
a. 5 Boeing 737-400
b. 6 McDonnell Douglas MD-82
c. 1 McDonnell Douglas MD-83
d. 4 McDonnell Douglas MD-90
e. 5 Boeing 737-900ER

'Selengkapnya......'

Minggu, 02 Maret 2008

Sasirangan

Sasirangan adalah kain adat suku Banjar di Kalimantan Selatan, yang dibuat dengan teknik tusuk jelujur kemudian diikat tali rafia dan selanjutnya dicelup.

Upaya untuk melindungi budaya Banjar ini, telah diakui oleh pemerintah melalui Dirjen HAKI Departemen Hukum dan HAM RI beberapa motif sasirangan sebagai berikut :
1. Iris Pudak
2. Kambang Raja
3. Bayam Raja
4. Kulit Kurikit
5. Ombak Sinapur Karang
6. Bintang Bahambur
7. Sari Gading
8. Kulit Kayu
9. Naga Balimbur
10. Jajumputan
11. Turun Dayang
12. Kambang Tampuk Manggis
13. Daun Jaruju
14. Kangkung Kaombakan
15. Sisik Tanggiling
16. Kambang Tanjung

'Selengkapnya......'

Paribahasa Banjar (A-K)

Peribahasa Banjar
• HURUF A
• Ada kada malabihi, kada ada kada mangurangi
• Adat urang main, ada kalah ada manang
• Allahu wahdah; Inya mambari kada bawadah, Inya maambil kada bapadah
• Asa dihiris lawan sambilu

HURUF B
• Baluluas lubang burit
• Basuluh mancari lampu
• Burung datang buah libas

HURUF K
• kabanyakan
• Kabanyakan guring awak kurus karing
• Kabanyakan rangka, habis kada sahama-hama

kacil
• Kacil mulik sasak di lawang

kada
• Kada ada buriniknya
• Kada ada kukus amun kada ada api
• Kada ada nang dikutil-kutil
• Kada ada urang nang bajual di pasar
• Kada ada urat tulangnya
• Kada bahabu dapur
• Kada balampu
• Kada baliur
• Kada batanah sajari-jari
• Kada batanam nyiur
• Kada ingat burit kapala
• Kada jadi baras
• Kada karing gigi
• Kada kauluran
• Kada kaya paku lantak di papan
• Kada kawa dikulai
• Kada kulih kiwa kanan
• Kada mamak dijarang
• Kada mambadai lawan kaluung
• Kada mambuang taruh
• Kada mau balabih urat tulang
• Kada mayu parutnya
• Kada mayu tangannya
• Kada kaya mamamah lumbuk balalu padas
• Kada paparakan hujung kukunya
• Kada purun tikus, matan purun banar
• Kada tacampur minyak lawan banyu
• Kada tadangar garacak piring
• Kada takulihi mintuha lalu
• Kada titik banyu diganggam
• Kada wayah dipawayah

kajam
• Kajam pada Japang
• kalawasan
• Kalawasan mahadang, imbah Ahad, Ahad pulang

• Kalimbuai pusing kiwa
• Kalibatan tali gasing
• Kaminting pidakan
• Kana gatahnya haja
• Kaning kaya ditulis
• Kantutnya gin sumbang
• Kantut samut
• Kapala bapa ikam
• Kapala manyuruk buntut mahambat
• Kapala sama babulu, otak lain-lain
• Karas-karas karak, limbah dibanyui lamah jua
• Karing pada kalaras
• Kasasahangan
• Katahuan habang hirangnya
• Kawa dicaramini
• Kaya api dikubui banyu
• Kaya api dikubui minyak
• Kaya bisul maangkut nanah
• Kaya bubut lawan kasisikat
• Kaya Bukit turun ka kuta
• Kaya baburak kalingaian
• Kaya cacing kapanasan
• Kaya cacing panggal
• Kaya Cina kakaraman
• Kaya Cina kahilangan dacing
• Kaya daun tarap gugur parapas-parapas
• Kaya Dayuhan lawan Itingan
• Kaya gadang buruk
• Kaya hantu Barabiaban
• Kaya hayam jagaunya
• Kaya hayam saungan
• Kaya ingkul Inggris
• Kaya iwak kana tuba
• Kaya kalayangan pagat
• Kaya karacak ayam
• Kaya kucing malihat tikus
• Kaya kucing marau
• Kaya latupan cabi
• Kaya maling kasiangan
• Kaya mancabut kasusuban
• Kaya manimbai batu ka banyu
• Kaya manjuhut rambut di galapung
• Kaya muak kucing
• Kaya pinang dibalah dua
• Kaya punai kakanyangan
• Kaya siput dipais
• Kaya tandui dilumu
• Kaya tikus kahujanan
• Kaya tiwadak dihantak
• Kaya ular baganti salumur
• Kaya urang imbah baranak
• Kaya urang kalah pamainan
• Kaya urang kasarungan
• Kaya warik tagapit dahan
• Kaya warik tajun ka kacang
• Kikik-kikik burung maling
• Kilat dalam banyu gin pinandu
• Kuduk kada mati ular kada kanyang
• Kudung hanyar hanyar bautas
• Kujub-kujub kaya mata bidawang
• Kula-kula buhaya
• Kukulilik di luang satu
• Kulik-kulik bunyi halang
• Kulimbit mati
• Kulu sipatin
• Kumpai mangalahakan banua
• Kurihing simpak
• Kur sumangat, hilang panyakitnya
• Kuriding patah
• Kurang hantak kurang surung







'Selengkapnya......'

"Dandaman Banua" (South Borneo Folk Song)

Dandaman Banua
Cipt. Syarifuddin, MS

Kamana jua aku batulak
Ingat si Nanang lawan si Galuh
Banuaku nang tarasa nyaman
Tagarak hati siang wan malam
Duhai garangan dandaman hati
Di wayah malam dipagut sunyi
Banuaku banua dagang
Hari tuha mambawa untung
Apa habar di wayahini
Kutup-kutupan rasa hatiku
Tarasa banar rasa karindangan
Salawas madam ka banua urang
Rasa tarista kalu tapisah
Banuaku nang basimbah intan
Taingat jua kampung halaman
Pasan habar wan urang banua

Sumber :wikipedia

'Selengkapnya......'

Pulau Datu


Pulau Datu adalah pulau kecil yang terdapat didekat Pantai Batakan, kecamatan Panyipatan, Tanah Laut, Kalsel.

Dinamakan pulau Datu karena di pulau tersebut terdapat makam seorang datu (sunan/penyebar agama Islam) yang dikenal dengan sebutan Datu Pamulutan, yang dahulu punya kegemaran menangkap burung dengan pulut (getah).

'Selengkapnya......'

Pantai Swarangan


Pantai Swarangan bisa ditempuh kendaraan roda empat maupun roda dua dengan lama perjalanan ± 1 jam dari kota Pelaihari ( Ibukota Kabupaten Tanah Laut )Kalimantan Selatan.

Untuk Tahun 2007 Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Laut akan menata kembali kawasan obyek wisata tersebut dalam sebuah rencana induk pengembangan obyek wisata (RIPOW) sehingga pengembangan dimasa mendatang menjadi kawasan wisata yang diminati wisatawan dan tentunya tidak terlepas pengembangannya berpedoman pada Sustainable Tourism Developtment/ pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.

'Selengkapnya......'

Pelaihariku Sayank

Kabupaten Tanah Laut adalah salah satu Kabupaten di Propinsi Kalimantan Selatan. Ibukota kabupaten ini terletak di Pelaihari.

Kabupaten ini memiliki luas wilayah 2.149,75 km² dan berpenduduk sebanyak 230.989 jiwa (2000). Motto " Tuntung Pandang" (bahasa Banjar), maskot fauna daerah adalah "kijang emas".
Suku asli adalah suku Banjar dan Suku Dayak Bukit di desa Bajuin. Suku bangsa di kabupaten ini antara lain:
1. Suku Banjar: 142.731 jiwa
2. Suku Jawa: 73.237 jiwa
3. Suku Bugis: 3.066 jiwa
4. Suku Madura: 3.282 jiwa
5. Suku Bukit: 585 jiwa
6. Suku Bakumpai: 32 jiwa
7. Suku Mandar: 49 jiwa
8. Suku Sunda: 2.739 jiwa
9. Lainnya: 5.268 jiwa

'Selengkapnya......'

Baayun Mulud

Baayun Mulud dalam terjemah Bahasa Banjar baayun-bergayut ; malud-maulud (Maulid Nabi Muhammad SAW). Dalam budaya Banjar baayun mulud adalah tradisi mengayun anak dalam ayunan yang dilakukan pada bulan maulid.

Tradisi ini dilakukan di dalam masjid, pada ruangan tengah masjid dibuat ayunan yang membentang pada tiang-tiang masjid. Ayunan yang dibuat ada tiga lapis, lapisan atas digunakan kain sarigading (sasirangan), lapisan tengah kain kuning (kain belacu yang diberi warna kuning dari sari kunyit), dan lapisan bawah memakai kain bahalai (kain panjang tanpa sambungan jahitan).

Pada bagian tali ayunan diberi hiasan berupa anyaman janur berbentuk burung-burungan, ular-ularan, katupat bangsur, halilipan, kambang sarai, rantai, hiasan-hiasan mengunakan buah-buahan atau kue tradisional seperti cucur, cincin, kue gelang, pisang, kelapa, dan lain-lain.

Kepada setiap orang tua yang mengikutsertakan anaknya pada upacara ini harus menyerahkan piduduk, yaitu sebuah sasanggan yang berisi beras kurang lebih tiga setengah liter, sebiji gula merah, sebiji kelapa, sebiji telur ayam, benang, jarum, sebongkah garam, dan uang perak. Piduduk ini bukan maksud untuk musyrik tetapi nanti akan dimakan beramai-ramai oleh orang yang hadir. Upacara baayun mulud ini sudah merupakan upacara tahunan yang selalu digelar bersama-sama oleh masyarakat Banjar.

Peserta baayun mulud ini tidak terbatas pada bayi yang ada di kampung yang melaksanakan saja, tetapi boleh saja peserta dari kampung lain ikut meramaikan. Bahkan saat ini ada saja orang yang sudah tua ikut baayun karena mereka merasa waktu kecil dulu tidak sempat ikut upacara baayun mulud. Dalam upacara nanti akan dibacakan berbagai syair, seperti syair barzanji, syair syarafal anam, dan syair diba’i. Anak-anak yang ingin diayun akan dibawa saat dimulai pembacaan asyarakal, si anak langsung dimasukkan ke dalam ayunan yang telah disediakan.

Saat pembacaan asyarakal dikumandangkan, anak dalam ayunan diayun secara perlahan-lahan dengan cara menarik selendang yang diikat pada ayunan. Maksud diayun pada saat itu adalah untuk mengambil berkah atas kemuliaan Nabi Muhammad SAW, orang tua yang hadir berharap anak yang diayun menjadi umat yang taat, bertakwa kepada Allah SWT dan RasulNya.

Upacara baayun mulud dilaksanakan pada pagi hari dimulai pukul 10.00, lebih afdhol apabila dilaksanakan bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awal. Bagi orang tua yang mendapat kesempatan untuk mengikutsertakan anaknya dalam upacara ini akan merasa sangat bahagia dan beruntung.

Tradisi yang dilakukan secara massal ini sebagai pencerminan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rahmat dan karuniaNya atas kelahiran Nabi Muhammad SAW yang membawa rahmat bagi sekalian alam, upacara ini diibatkan melakukan penyambutan berupa puji-pujian yang diucapkan dalam syair-syair merdu.

sumber :kulaan.informe.com/upacara-baayun-maulud-dt15.html
Foto : http://fikria.multiply.com/photos/album/9/Baayun_Maulud#19.JPG

'Selengkapnya......'

Sabtu, 01 Maret 2008

Syamsuddin Noor2

SPESIFIKASI BANDAR UDARA SYAMSUDIN NOOR
Bandara : SYAMSUDIN NOOR
Telepon : (0511) 95277
Email : bjm@angkasapura1.co.id
Facsimile : (0511) 95261
Alamat : Jl. Angkasa Lds Ulin, Banjarbaru
KLASIFIKASI BANDARA : klas 1 b
LOKASI - LUAS : 03.27S - 114.45E; 226 ha

ELEVASI : 20.1 Meter ( 66 feet )
KODE ICAO/IATA : WAOO/BDJ
JAM OPERASI : 12 Jam
JARAK DARI KOTA : 25 Km dari Banjarmasin
LANDASAN : Sebutan : R10/R28
Sudut magnetik : 099 - 279
Ukuran : 2.220 m x 45 m
Kekuatan : 34 FBXU
Permukaan : Aspal Concrete
APRON : Kekuatan : 34 FBXU
Permukaan : Aspal Concrete
Kapasitas : 5 B-737-200 ; Max. a/c = B-737
Luas : 29.340 m2
TERMINAL : Domestik
Kedatangan dan Keberangkatan
Luas : 4.761 m2
FASILITAS PENGAMANAN / AUDIO VISUAL & KOMPUTER : X-Ray, Walk Trought, Handi metal detector, Expl. Detector, PAS, PABX
CATU DAYA LISTRIK : PLN : 739.2 KVA
Stand By Genset : 725.5 KVA
UPS : 10 KVA
JALAN DAN PARKIR : Jalan & Jembatan = 19.517 m2
PKP-PK : Disyaratkan : CAT 8
Tersedia : CAT 7
ALAT BANTU NAVIGASI : NDB, ALS, DVOR, DME, Midle Marker, Outer Marker, RVR, RADAR (tahap penyelesaian)
FASILITAS TELEKOMUNIKASI : ADC, APP, RDARA, DIRECT SPEECH, TTY (AFTN), Facs, Massage Switching Centre, Radio Komunikasi, Radio Link, Telex, Recording System
VISUAL AIDS : APH (CAT 1), SFL, T/A, R/W-L, T/W-L, Apron Light, VASIS RWY 10/28, REIL, SIGNAL AREA
PELAYANAN METEO : Pengamatan : ADA
Prakiraan : ADA
MEKANIKAL / AIR : Sumur dalam = 20,84 m3/jam, PAM = 54 m3/jam
AC Central 180 PK, Conveyor 2 unit, Mower 3 unit, A2B = 7 unit.
TRANSPORTASI TERSEDIA : Taxi dan angkutan kota
FASILITAS PENUNJANG LAINNYA : Bea Cukai, Karantina, Gedung Cargo
PELAYANAN UMUM : Kafetaria, Waving galery, Restoran, Bank, Telepon.

'Selengkapnya......'

Syamsuddin Noor


Bandar Udara Syamsuddin Noor

Bandar Udara Syamsuddin Noor adalah sebuah bandar udara sipil di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia. Bandar udara ini dikelola PT. Angkasa Pura I.

Maskapai dan tujuan penerbangan

  • Adam Air (Surabaya)
  • Batavia Air (Balikpapan, Jakarta, Surabaya)
  • Dirgantara Air Services (Balikpapan, Pangkalanbun, Pontianak, Sampit, Tanjung)
  • Garuda Indonesia (Jakarta)
  • Lion Air (Jakarta, Surabaya)
  • Mandala Airlines (Yogyakarta)
  • Sriwijaya Air (Jakarta, Surabaya)
  • Wings Air (Jakarta)

Sumber : Wikipedia Indonesia

Foto : www.angkasapura1.co.id

'Selengkapnya......'