
Dengan luas wilayah 17.000 Ha, Bandung merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia. Menurut legenda, Bandung berasal dari kata bendung yang berarti bendungan atau dam. Memang, ibukota propinsi Jawa Barat ini pada awalnya adalah danau purba yang dikelilingi gugusan gunung. Kemudian airnya menyurut dan lambat laun jadilah sebuah kota.
Jarak Bandung sekitar 180 km arah selatan dari Jakarta, kira-kira 3,5 jam perjalanan darat. Terletak pada 107°36' BT dan 6°55' LS, Bandung berada pada ketinggian 1050 m di atas permukaan laut (untuk bagian utara) dan 675 m di atas permukaan laut di bagian selatan. Temperatur rata-rata berkisar antara 18°C sampai 30°C dengan kelembaban rata-rata 70%, dan rata-rata curah hujan pertahun 178,6 mm. Mayoritas penduduk adalah suku Sunda yang berbahasa daerah bahasa Sunda.
Letak Bandung yang geografis menjadikannya kota besar di daerah pegunungan yang nyaman, berhawa sejuk, lengkap dengan panorama alam yang indah berkat dataran tinggi dan gunung-gunung di sekelilingnya. Di daerah pegunungan di sekitar Bandung terhampar permadani hijau perkebunan teh yang menutupi hampir setiap kaki gunung. Keindahan kota, iklimnya, kecantikan dan keramahtamahan mojang-mojang priangan, juga kreatifitas penduduknya yang tinggi, menjadikan Bandung mempunyai citra dan tradisi tersendiri. Karena itu, tak salah jika Berhiber alias Bersih, Hijau, Berbunga menjadi slogan penataan kota yang di jaman kolonial Belanda pernah dijuluki Mooi Bandung (Bandung Indah) ini.
Julukan lain yang muncul pada 1920-an dan tak kalah tenar adalah Parisj van Java yang berarti Parisnya Jawa, lantaran memang Bandung disebut-sebut sebagai Eropanya daerah tropis. Sedang dibanding daerah di Amerika, Bandung adalah kembarannya Miami, karena layaknya di Miami, di Bandung juga berdiri banyak bangunan tahun 1920-an yang berarsitektur deco, salah satunya adalah Hotel Savoy Homann.
Perkembangan kota Bandung makin lama makin pesat dan meluas. Sebelumnya Bandung telah memborong 5 fungsi kota, yakni sebagai kota pemerintahan, perdagangan, industri, kebudayaan, pariwisata. Seiring perkembangannya, Bandung kini tengah mengembangkan diri menjadi kota jasa. Saat ini terdapat 140 hotel berbintang lima, 137 hotel melati dan 17 penginapan remaja yang ikut menunjang industri pariwisata Kota Kembang ini.
Untuk urusan pariwisata, Bandung memang belum bisa menandingi Yogyakarta, apalagi Bali. Namun banyak jenis wisata unik dan menarik yang ditawarkan, mulai dari wisata jajanan dan wisata belanja yang paling menarik wisatawan domestik maupun mancanegara, sampai wisata alam, wisata budaya, wisata sejarah, bahkan wisata loak. Pokoknya, ada seabrek yang bisa diubek-ubek di kota ini. Yang dibutuhkan hanya cukup uang, dan yang penting: cukup jeli.
Nah, selamat datang di buminya para dewa. Wilujeng sumping di tatar parahiyangan…
Sabtu, 08 Maret 2008
Ke Bandung Yuk....
Label:
Wisata Bandung
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar