
JAKARTA - Sekjen Inaca Teuku Burhanuddin menilai rekaman percakapan kokpit AdamAir KI 574 yang beredar luas di dunia maya memperkeruh dunia penerbangan Indonesia.
"Apalagi saat ini kita masih di-band dengan penerbangan uni eropa. Ini jelas sangat sangat memperkeruh dunia penerbangan kita," kata Burhanuddin kepada okezone di Jakarta, Senin (4/8/2008).
Oleh karenanya, lanjut Burhanuddin, pihak terkait harus segera menelusuri kebenarannya.
"Jika memang ada keterlibatan orang dalam, ya harus berani diusut. Karena yang tahu rekaman tersebut hanya Dephub dan KNKT," tegasnya.
Hingga kini, tandasnya, Inaca belum mengetahui apakah rekaman yang beredar itu asli atau palsu.
"Kita belum mendengar rekaman yang asli, sehingga tidak bisa kita simpulkan rekaman tersebut asli atau tidak," tandasnya.
Sumber :http://news.okezone.com
Kamis, 07 Agustus 2008
Rekaman AdamAir Perkeruh Penerbangan Indonesia
Senin, 03 Maret 2008
LION AIR
Sejarah
Perjalanan panjang yang telah ditempuh Lion Air berawal dari penerbangan domestik yang kecil. Setelah 13 tahun pengalaman di bisnis wisata yang ditandai dengan kesuksesan biro perjalanan Lion Tours, kakak-beradik Kusnan dan Rusdi Kirana bertekad menjadikan impian mereka untuk memiliki usaha penerbangan menjadi kenyataan. Dibekali ambisi yang tinggi dan modal awal 10 juta dolar Amerika Serikat, Lion Air secara hukum didirikan pada bulan Oktober tahun 1999. Namun pengoperasian baru berjalan di mulai pada tanggal 30 Juni tahun 2000. Saat ini, Rusdi Kirana sebagai salah satu pemilik Lion Air memegang jabatan sebagai Presiden dan juga Direktur.
Hingga pertengahan 2005, bersama dengan penerbangan internasional lainnya, Lion Air menempati Terminal Dua Bandara Soekarno-Hatta; sedangkan perusahaan penerbangan lokal atau penerbangan domestik menempati Terminal Satu. Faktor tersebut, selain mampu memberikan para penumpang kemudahan penerbangan sambungan ke Indonesia atau dari Indonesia ke tujuan internasional lainnya, juga memberikan keuntungan lebih dari segi prestise. Tetapi kemudian Lion Air dipindahkan ke Terminal Satu, hingga saat ini.
Pada 2005, Lion Air memiliki 24 pesawat penerbangan yang terdiri dari 19 seri MD80 dan lima pesawat DHC-8-301. Untuk memenuhi layanan yang rendah biaya, Armada Lion Air didominasi oleh MD 80 karena efisiensi dan kenyamanannya. Dalam upaya meremajakan armadanya, Lion Air telah memesan 60 Boeing 737-900ER yang akan diantar bertahap dari 2007 hingga 2010.
Armada Lion Air per 17 Agustus 2007 terdiri dari :
a. 5 Boeing 737-400
b. 6 McDonnell Douglas MD-82
c. 1 McDonnell Douglas MD-83
d. 4 McDonnell Douglas MD-90
e. 5 Boeing 737-900ER